Perawatan Mobil Setelah Mudik, Bagian yang Mesti Dicek

Juni 17th, 2019 by Mada Prastya

Sepulang melakukan perjalanan ke kampung halaman pastinya Anda ingin kondisi mobil kembali prima untuk diajak berkendara harian. Untuk itu, sangat disarankan melakukan perawatan mobil setelah mudik.

Tak bisa dimungkiri bahwa kendaraan roda empat masih menjadi pilihan banyak kalangan pada musim mudik tahun ini. Pilihan tersebut semakin menggoda ketika fasilitas jalan kian mendukung. Sebut saja dengan adanya tol Trans Jawa yang manfaatnya sangat dirasakan pemudik dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah atau Jawa Timur.

Di saat bersamaan, pihak berwenang juga terbilang sukses melakukan pengaturan lalu lintas sehingga berhasil menekan terjadinya kemacetan seperti pada tahun-tahun sebelumnya.

Namun jangan salah, mulusnya perjalanan Anda belum tentu tak membawa dampak apa-apa bagi kendaraan. Apalagi, jika jarak yang Anda tempuh terbilang sangat jauh. Ada sejumlah aspek kendaraan yang perlu dicek agar kondisinya kembali prima.

Untuk itu pemilik kendaraan sangat disarankan melakukan perawatan mobil setelah mudik. Bahkan pada kenyataannya langkah ini semakin diperlukan jika perjalanan mudik Anda juga melintasi medan jalan yang berat.

Bagian yang perlu dicek untuk perawatan mobil setelah mudik

Merawat rem mobil.

Komponen pengereman pengereman bekerja keras pada perjalanan jauh.

1. Pengereman

Pada perjalanan mudik kemarin pasti ada kalanya Anda mengajak mobil berlari dengan kecepatan tinggi. Selain mesin, komponen lain yang mengalami kerja keras pada situasi tersebut adalah bagian pengereman yang bertugas menghentikan laju mobil.

Mengingat perannya yang sangat krusial pada aspek keselamatan, Anda wajib memastikan kondisi rem sepulang perjalanan mudik. Mengutip laporan Liputan6 (Tanda-Tanda Kampas Rem Mobil Habis dan Harus Diganti, terbit 13 Januari 2017), inilah sejumlah cara mengecek kondisi rem mobil terutama untuk bagian kampasnya.

  • Kedalaman pedal rem: Tekan pedal rem pada ruang kemudi untuk melihat kedalamannya. Pedal rem yang lebih dalam dari biasanya merupakan indikasi kampas sudah mulai habis.
  • Getaran pada pedal rem: Bukan hanya kedalamannya, tanda-tanda lain untuk kampas rem yang sudah mulai aus ialah adanya getaran ketika diinjak sewaktu mobil berjalan.
  • Suara berdecit: Indikasi lain kampas rem habis ialah munculnya bunyi berdecit. Besar kemungkinan suara tersebut berasal dari logam dari piringan cakram atau tromol dengan kampas rem.
  • Cek minyak rem: Pengecekan rem selanjutnya ialah melihat jumlah minyak rem. Lokasinya terdapat di balik kap mesin. Jika jumlahnya berkurang tanpa ada kebocoran itu semakin menegaskan kondisi kampas rem yang sudah menipis.

(Baca juga: Rem Mobil Habis? Inilah Biaya Ganti Kampas Rem Mobil)

Perawatan Mobil Setelah Mudik - Ban Mobil

Perikasa kembali kondisi ban setelah sampai di tempat tujuan.

2. Ban mobil

Beredar anggapan permukaan jalan beton lebih cepat mengikis karet ban dibanding jalan aspal. Hal ini seolah-olah kian relevan melihat cukup banyak jalan tol di Indonesia yang terbuat dari beton.

Berdasarkan laporan Kompas.com (Mitos atau Fakta, Jalanan Beton Bikin Ban Cepat Aus?, terbit 9 Mei 2018) permukaan jalan yang terbuat dari beton memang bisa mengikis karet ban. Namun, pengaruhnya sangat kecil. Di jalan aspal pun ban mobil bisa cepat habis jika gaya berkendaranya agresif.

Untuk mengecek ban mobil, ikuti langkah-langkah ini:

  • Melihat fisik ban: Perhatikan apakah ada sobekan atau benda asing menempel. Misalnya paku atau batu yang biasanya bersarang di sela-sela pola karet ban.
  • Memerhatikan TWI (Tread Wear Indicator): Anda bisa menemukan TWI di sela-sela pola karet ban. Biasanya TWI berupa tonjolan berbentuk segi tiga. Jika Anda melihat permukaan ban sudah selevel dengan TWI berarti masa pakainya telah habis.
  • Tekanan angin: Pastikan tekanan angin ban mobil dalam kondisi ideal setelah dipakai perjalanan mudik. Jika ban mobil kempis, segera tambah anginnya dengan mengacu pada tekanan rekomendasi pabrikan. Untuk mobil di Indonesia biasanya panduan ini bisa dilihat di bagian dalam pintu depan mobil sisi pengemudi.

Perawatan Mobil Setelah Mudik - Interior Mobil

Merawat interior bisa dengan cara menjaga kebersihannya.

3. Interior mobil

Dalam melakukan perawatan mobil setelah mudik, pemeriksaan bukan hanya pada komponen-komponen yang bersifat teknis. Interior mobil juga perlu dilihat.

Selama perjalanan, kita dan mungkin anggota keluarga lain banyak menghabiskan waktu di dalam kabin. Segala aktivitas yang dilakukan di sana mungkin saja meninggalkan kotoran.

Anda sangat disarankan untuk membersihkan interior mobil. Terutama dari sisa-sisa makanan yang kerap terselip di sela-sela interior. Jangan anggap remeh, sisa-sisa makanan atau tumpahan minuman manis berpotensi mengundang bau tak sedap hingga serangga ke dalam kabin.

Jangan lupa juga lihat area bagasi yang biasanya menjadi tempat menyimpan oleh-oleh.

Di lain sisi, kondisi pemakaian mobil dalam jangka waktu lama secara terus menerus biasanya membuat kabin jadi lembab. Untuk mengatasinya Anda bisa menggunakan dehumidifier atau kopi bubuk.

Perawatan Mobil Setelah Mudik - Minyak Rem

Oli mesin, air radiator, dan minyak rem merupakan cairan-cairan yang mesti diperiksa.

4. Cairan-cairan kendaraan

Penting diingat bahwa kinerja sebuah kendaraan sangat bergantung pada cairan-cairan yang ada di dalamnya. Meliputi pelumas atau oli mesin, air radiator, dan minyak rem. Kurangnya kapasitas salah satu jenis cairan tersebut sudah barang tentu akan mengganggu performa kendaraan.

Jenis fluida atau cairan mobil yang harus dicek:

  • Oli mesin: Anda bisa melihat volume dan kualitas oli mesin dengan mudah menggunakan dipstick. Jika perjalanan mudik Anda melahap jarak 5.000 km lebih disarankan untuk mengganti pelumas mesinnya.
  • Air radiator: Sebelum mengecek air radiator, pastikan mesin dalam kondisi dingin. Waktu paling tepat untuk melakukannya ialah pada pagi hari. Untuk mengeceknya, buka kap mesin lalu putar tutup radiator ke arah berlawanan jarum jam sambil ditekan. Isi radiator hanya dengan produk radiator coolant.
  • Minyak rem: Lihat apakah ada tanda-tanda kebocoran yang membuat volume minyak rem berkurang. Jika jumlahnya masih ideal, lihat kualitas cairannya.  Minyak rem yang warnanya sudah keruh, bahkan menghitam wajib diganti. Sebagai perawatan rutin ke depannya Anda bisa mengganti minyak rem setiap 20.000 km.

Cara mencuci mobil yang benar.

Sambil mencuci mobil, Anda bisa memeriksa kondisi eksterior setelah perjalanan jauh.

5. Eskterior mobil perlu dibersihkan pada perawatan mobil setelah mudik

Bagian lain yang tak bisa ditinggalkan dalam perawatan mobil setelah mudik ialah eksterior mobil. Periksa bagian luar kendaraan untuk melihat apakah ada “luka” di bodi. Bukan hanya bagian depan, samping, atau belakang, namun lihat juga bagian bawah mobil.

Pada bagian ini Anda bisa mendeteksi jika terdapat kebocoran, misal di sekitar oil pan atau suspensi. Sarannya, Anda bisa melakukan pengecekan ini ketika sedang mencuci kendaraan.

(Baca juga: Cara Menghilangkan Goresan pada Mobil Warna Hitam dengan Benar)

Keuntungan rutin merawat mobil setelah mudik

Sejatinya merawat mobil perlu dilakukan secara rutin. Bukan hanya saat habis dipakai perjalanan jauh dan berat seperti mudik. Dengan begitu kondisi mobil akan selalu prima dan siap diajak berkendara.

Tak kalah penting, kondisi mobil yang prima menjadikan harga jualnya lebih tinggi. Anda bisa mendapatkan keuntungan dari hal tersebut jika suatu saat ingin melepasnya. Apalagi kini ada cara paling menguntungan untuk menjual mobil bersama Caroline.id.

Caroline.id memberi Anda kesempatan untuk mendapat penawaran harga tertinggi untuk mobil yang dijual. Tak ada biaya sama sekali untuk prosesnya yang cepat dan mudah sehingga Anda bisa menikmati keuntungan maksimal.

(Baca juga: Ketahui Keuntungan-keuntungan Menjual Mobil di Caroline)

Top